7. Ilmu Gharib al-Hadis Menurut Ibnu Shalah, yang dimaksud ilmu Gharib al-Hadis ialah : حٓراحلأا ٌْتم ٙف عوّ ام ٙيعم ُب فضعٓ هلع “Ilmu untuk mengetahui dan menerangkan makna yang terdapat pada lafaz-lafaz hadis yang jauh dan sulit dipahami, karena lafaz tersebut jarang digunakan.” 95 Ilmu Tentang Hadis yang Ganjil dan Cacat (Ilmu Syadz wa al-‘Ilal al-Hadits) BAB VIII : (Ilmu Gharib al-Hadits) BAB X : Sebab-Sebab Datangnya Hadis (Asbab Wurud al-Hadits) Gharib al-hadis merupakan ungkapan dari lafaz-lafaz yang sulit dan rumit untuk dipahami yang terdapat dalam matan hadis. Karena lafaz tersebut jarang digunakan. Hal ini dikarenakan bahasa yang digunakan masyarakat telah berbaur dengan bahasa lisan atau bahasa arab pasar. Sehingga terkadang tidak mengerti lafaz yang gharib. Dari jalur Qatadah terdapat Syu’bah dan Sa’id meriwayatkan darinya. Sedang dari jalur Abdul Aziz bin Shuhaib terdapat Ismail bin ‘Ulaiyyah dan Abdul Warits. Hingga tingkat tabi’u tabi’in, hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh dua-dua perawi, Kemudian setelahnya terdapat banyak perawi yang meriwayatkan. Hadis ini disebut hadis ‘aziz. Maka ilmu Al-Jarh wa At-Ta ‟ dil adalah ilmu yang menerangkan tentang cacat-cacat yang dihadapkan kepada para perawi dan tentang penta ‟ dilannya (memandang lurus para perawi) dengan memakai kata-kata yang khusus dan untukmenerima atau menolak riwayat mereka. Ilmu ini tumbuh bersama-sama dengan tumbuhnya periwayatan dalam Islam, karena Adapun hadis garib bagian dari hadis ahad, para ulama hadis bersepakat bahwa hadis ahad yang berkualitas sahih dapat dijadikan sebagai hujjah dalam ajaran Islam. Dengan demikian hadis garib juga dapat dijadikan hujjah dalam ajaran Islam dengan ketentuan hadis garib yang berkualitas sahih. Catatan 1 Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi Untuk menelaah makna hadis yang di jelaskan di atas, dalam buku Ilmu Ma’anil Hadis yang ditulis oleh Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag dijelaskan ada beberapa paradigma untuk memahami ma’anil/makna tersebut. Yang pertama adalah paradigma pemahaman secara tekstual. Golongan ini menganggap bahwa makna original atau makna asli suatu hadis di wakili ibn Musa Abu Bakar al-Baihaqi, Sunan al-Baihaqi Kubr a, juz XI (Makkah: Maktabah D ar al-Baz, 1994), 111. Kontekstualisasi Hadis dalam Kehidupan Berban gsa dan Berbudaya 8m0Wj8N.