Sebagai kerajaan Islam, Demak khawatir Portugis akan meluaskan kekuasaannya ke Pulau Jawa. Oleh karena itu, sebelum Portugis menyerang daerah-daerah di tanah Jawa, Demak berencana melakukan serangan terlebih dahulu. Pada 1513 armada Demak dipimpin putera Raden Patah, yaitu Pati Unus melancarkan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka. Jawaban: a. Perang-perang yang dilakukan membutuhkan biaya yang besar padahal hasil dari bumi Indonesia telah terkuras habis dan kekayaan Indonesia sudah terlanjur terkirim ke negeri Belanda. b. Kekayaan menyebabkan para pegawai VOC melupakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab mereka terhadap pemerintah dan masyarakat. Raden Patah tidak mendirikan Kerajaan Demak sendiri, tetapi ada peran besar Wali Songo di dalamnya. Sebelumnya, Demak adalah kadipaten yang berada di bawah Kerajaan Majapahit, yang bernama Bintoro atau Gelagah wangi. Suatu ketika, Raden Patah mendapat perintah dari gurunya, Sunan Ampel dari Surabaya, untuk pergi ke daerah barat dan bermukim di Tujuan pembentukan VOC adalah untuk menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah di Asia, terutama Indonesia. Tidak sedikit rakyat yang melakukan pemberontakan terhadap VOC, termasuk pemberontakan yang dipimpin Raja Mataram, Sultan Agung, pada 1628 dan 1629. Lantas, bagaimana latar belakang terjadinya perlawanan rakyat Mataram terhadap Ini dia 5 tradisi Kota Demak yang masih bertahan sampai sekarang. 1. Tradisi Grebeg Besar. Grebeg Besar adalah tradisi yang diselenggarakan tiap tahun sekali dalam rangkaian Hari Raya Idul Adha (Qurban). Tradisi ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas perjuangan para leluhur, khususnya sehubungan kegiatan syi’ar Pertanyaan Tentang Kerajaan Sriwijaya. (Foto hanya ilustrasi) Pertanyaan tentang kerajaan Sriwijaya. Sumber foto: Oleksandr Pidvalnyi/Pexels. Kerajaan Sriwijaya termasuk salah satu kerajaan terbesar yang pernah berjaya di Indonesia. Dikutip dari buku Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara karya Deni Prasetyo, Kerajaan Sriwijaya merupakan salah Di bawah Sultan Trenggono, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di Sunda Kelapa(1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Pulau Jawa (1527, 1546). Pada tanggal 1 Januari 1513, Kerajaan Demak mengirimkan pasukan yang berkekuatan 100 perahu dan 10.000 prajurit untuk menyerang Portugis di Malaka. Pasukan Demak dipimpin oleh ADipati Unus (Pangeran Sabrang Lor). Dalam serangan tersebut, tentara Demak tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, bahkan mereka mengalami kekalahan. vZeZ8.